COOL Salendro 1

Tuesday, January 08, 2008

MENDUA HATI

Matius 6:24

Dalam kehidupan kita sehari-hari, tidaklah mungkin bagi kita untuk mengabdi kepada dua tuan. Demikian juga kita tidak mungkin mengasihi dua orang dengan sama, pasti ada perbedaannya. Mungkin yang satu mendapatkan lebih perhatian daripada yang lain. Demikian juga terhadap tuan atau atasan kita, tidak mungkin kita bisa memiliki komitmen yang sama terhadap kedua tuan / atasan kita tersebut.

Firman Tuhan ini mengingatkan kembali kepada kita akan sikap hati kita kepada Tuhan, sudahkan kita menjadikan Dia Tuhan di dalam kehidupan kita? Apakah focus hidup kita lebih kepada Tuhan ataukah kepada hal lain? Adakah hal lain di dalam kehidupan kita yang membuat kita lebih focus kepada hal tersebut sehingga seolah-olah kita menduakan Tuhan?

Dalam kehidupan modern, banyak sekali hal yang dapat menarik perhatian kita kepada hal-hal lain selain Tuhan. TV, kenikmatan hidup, konsumerisme dapat membuat kita terlena. Ada pula yang batasannya tipis sekali sehingga kita seolah-olah wajar untuk lebih focus kepada hal lain, seperti hobi, pekerjaan dan pelayanan.

Ketika Tuhan mengingatkan kepada kita agar kita tidak mengabdi kepada dua tuan, itu artinya ada sesuatu yang tidak baik bagi kita jika kita mendua, yaitu :

  1. Hanya Tuhan yang dapat memberikan kepada kita hikmat agar kita bisa melewati setiap tahapan di dalam kehidupan kita dengan baik. Orang yang mendua hatinya akan menghadapi masalah dengan kebingungan, karena di satu sisi ia ingin mempercayai Tuhan, di sisi yang lain dia mungkin mengandalkan kekuatannya sendiri, atau nasihat orang lain, ramalan, dan sebagainya. Hanya dengan mengutamakan Dia, kita bisa mempercayaiNya untuk memampukan kita melewati segala macam permasalahan dengan baik.

  2. Bagi Tuhan tidak ada area abu-abu, pilihannya antara kita mengikuti Dia atau kita melawan Dia ( Matius 12:30 ). Dan kalau kita memilih untuk mengikuti Dia, maka Ia mengingkan totalitas komitmen dan penyerahan diri kita, tidak bisa setengah-setengah. Bukan saja Tuhan membenci sesuatu yang suam, tetapi ia memuntahkannya, artinya Tuhan tidak menganggap penting lagi orang yang menduakan Dia, dan Ia buang.

  3. Tuhan sangat mengasihi kita, oleh karena itu ia tidak menyukai jika kita mendua hati. Dan Firman Tuhan katakana Ia akan membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anakNya bahkan sampai keturunan ketiga dan keempat. Artinya jika kita menduakan hati kita, Tuhan akan mendatangkan hukuman bagi kita.

PENUTUP

Tentukan sikap hati kita, kepada siapa kita sujud menyembah. Perbaharui komitmen kita dengan kesungguhan hati, jangan ada ilah lain di dalam hidup kita. Fokuskan hidup kita kepada perkara-perkara yang berkenan di mataNya. Amin

1 comments:

Perenungan pribadi yah bro!, setuju banget bahwa mendua hati membawa ketidakdamai-sejahtera di dalam hati kita... suatu tanda bahwa Roh Kudus terus bekerja untuk mengingatkan kita akan hidup kudus... Thanks for the article

Soegianto said...
Wednesday, 09 January, 2008  

Post a Comment