Khusus Buat Para Pria….

Thursday, May 19, 2005

Gue dibesarkan di dalam keluarga yang penuh dengan kasih, walaupun Papi gue orangnya keras (maklum orang Batak)_ tapi kita anak-anaknya sangat merasakan kasih sayang dari papi. Papi gue keras dalam mendidik anak, tapi dari semua anak-anaknya (kita sekeluarga 5 orang kakak beradik) ngga ada deh yang sampai jadi anti atau benci papi. Semuanya bisa merasakan dibalik kekerasannya dalam mendidik anak, itu semua karena dia dan mami gue sayang anak-anaknya.

Hal yang berbeda gue lihat di dalam keluarga seseorang yang sangat dekat dengan gue. Seseorang ini (sebut saja namanya W) dibesarkan di dalam didikan orang tua yang keras juga, tapi itu membuat dia sangat antipati dengan papinya. Bahkan kekerasan papinya itu membentuk karakter W menjadi keras juga. Untungnya W sekarang sudah bertobat dan lahir baru, sehingga perlahan karakternya diubahkan oleh Tuhan.

Ada beberapa hal menarik yang bisa gue pelajari dari pengalaman W, dan menurut gue pelajaran ini sangatlah penting bagi gue dan semua kaum pria yang akan menjadi papi pada waktunya.

Betapa besarnya peranan sang Papi dalam membentuk karakter anak-anaknya.

Gue jadi inget di dalam Alkitab ada ayatnya…Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. Kita kaum pria harus berhati-hati di saat mendidik anak kita, karena kalau kita salah anak kitalah yang akan menanggungnya.

Yang gue lihat dari W adalah bagaimana papinya tidak pernah percaya kepada apapun yang dilakukan oleh W, sehingga apapun keputusan yang dibuat oleh W tidak pernah didukung oleh papinya. Itu berlangsung sejak W kecil, di saat ia mulai memutuskan untuk mengikuti kegiaatan2 di sekolahnya. Papinya hampir tidak pernah mendukung dia, bahkan setengah memandang remeh. Dan ternyata dari hampir semua keputusan yang dibuat oleh W sejak dari kecil itu terbukti baik bagi W, karena dia bisa membuktikan semua hasilnya menjadi baik, namun itupun tidak diakui oleh papinya. Itu membuat hati W menjadi sakit hati dan hatinya menjadi tawar. Ia tidak memandang papinya sebagai figur lelaki pemimpin keluarga yang baik, dan itu mempengaruhi penilaiannya akan setiap pria yang ia temui.

Bukan berarti seorang Papi tidak boleh keras kepada anaknya karena di dalam Alkitab juga tertulis di Amsal 29 :15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. Papi harus mendidik anaknya dengan tongkat dan teguran. Tetapi tongkat dan teguran itu haruslah murni didasari oleh kasih dan bukan oleh emosi. Di sinilah banyak pria jatuh sehingga anak-anak menjadi sarana pelampiasan kekesalan Papinya, sama seperti W karena saat W kecil papinya tengah stress karena usahanya.

Di Alkitab juga tertulis.. Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. Tidak selalu kita harus menggunakan tongkat dan teguran di dalam mengajar anak kita. Kita tentunya bisa memberitahukan terlebih dahulu kepada anak kita mengenai apa yang baik dan yang tidak. Dan tentunya juga kita harus mengajarkan kepada anak kita konsekwensi dari kesalahan, yaitu teguran. Teguran pun tidak harus selalu berbicara mengenai kekerasa, kalau anak kita terus melakukan kesalahan barulah kita menggunakan tongkat, tapi tentunya bukan untuk menyakiti ana k kita, tetapi untuk memberikan pengertian kepada anak kita bagaimana kita mengasihi dia. Seseudah kita menghukum anak kita, kita peluk dia dan kita katakan bagaimana kita mengasihi dan menyayanginya, dan itu semua untuk kebaikan anak itu.

Jangan sampai apa yang terjadi pada W dialami oleh anak kita, karena dampaknya sangatlah dalam. Hati yang terluka begitu dalam tidak gampang disembuhkan, hanya Kuasa Tuhan saja yang bisa memampukan W mengampuni papinya.

Buat para pria, semoga tulisan ini bisa membuat kita menjadi papi-papi yang baik nantinya. Amin.

GBU

Posted by David Hotary P at 5/19/2005 09:09:00 PM 3 comments Links to this post

Faster Than Argo

Wednesday, May 04, 2005

Tadi pagi gue ke Jakarta untuk urursan kerjaan. Dari mulai malem sebelumnya semua perlengkapan sudah disiapkan, dibantu morin sama elies supaya besoknya tinggal berangkat.

Sebelum tidur, gue berdoa persiapkan semua, mulai dari minta Tuhan bangunin gue supaya ngga telat, minta Tuhan sediakan tiket pulang dan pergi, minta Tuhan sediakan tempat duduk yang terbaik di perjalanan, dan juga minta semua hal yang harus dibereskan dan dikerjakan di Jakarta dapat berjalan dengan baik.

Beress…. Tidur ahh, ngga lupa setel alarm jam 5 subuh, karena rencananya mau naik Argo jam 6.30. Sebelum tidur iseng setel MTV..eh ada MTV Jams! Wah acara jarang nih, apalagi format MTV Jams yang sekarang beda sama yg dulu…..Walhasil gue nonton dulu dan baru tidur jam 1.

Paginya weker bunyi, gue bangun, masak air dan tidur lagi…. Dan ternyata di saat gue bangun sudah jam 6.05! Buset dah, dengan segala kepanikan yang ada gue bangun, mandi dan siap-siap. Abis mandi telpon taksi, terus pakaian dan 6.20 gue dah siap. Dan ternyata taksinya baru datang jam 6.30 …..bubar deh.

Ya sudahlah, naik kereta berikutnya….di taksi, dengan sedikit ngedumel, gue ngomel…ko Tuhan ngga bangunin gue sih? Gue dah berdoa, eh malah gue ketiduran….wakh urusan ke Jakarta bisa berantakan nih karena ada beberapa janji yg ngga bisa telat.

Terus gue mulai berpikir, mending naik kereta jam 7.30 atau naik 4848 ya? Naik kereta, gue bakalan sampai paling cepet (kalau ngga ngaret seperti biasanya ) ya jam 10.30. Kalau naik 4848 lwat tol baru siapa tau 2 jam dah nyampe…..Terus Tuhan bilang …dah kamu naik 4848 aja…..ngga usah mikir ngga nyaman, makanya kalau waktunya tidur ya tidurrrr……:) hehehe

Ya sudah, ke viaduct lah gue….sampai di sana sepi…, begitu turun, langsung disamperin sama dua orang bapak2. Den, mau ke Jakarta? Dah bareng mobil itu aja, mau berangkat sekarang, ngga usah bayar bensin, tol pokoknya sampai aja.

Hmmm boleh juga nih, berapa pak? 240 ribu den……jreng jreng ……..setelah tawar menawar yang hanya memakan waktu 1 menit saja disepakati harga 100 rb perak, dan gue bisa duduk dengan nyaman, AC dingin dan tenyata hanya 2 jam saja sudah sampai Jakarta! Lebih cepet daripada Argo…:D

Puji Tuhan

Posted by David Hotary P at 5/04/2005 10:56:00 PM 0 comments Links to this post

Ada Apa sesudah 5 Mei?

Tuesday, May 03, 2005

Bencana-bencana yang menerpa Indonesia akhir-akhir ini ternyata menyisakan sebuah fakta menarik.
Gempa dan Tsunami di Aceh dan Sumatra Utara terjadi sehari setelah hari raya umat Kristen, Natal. Lalu sehari setelah paskah, esoknya terjadi bencana gempa dan untungnya tanpa Tsunami di Nias.

Tanggal 5 Mei ini adalah hari libur Nasional, dimana umat Kristen akan merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus ke surga. Apa yang akan terjadi sehari setelah itu? Kita tentunya berharap tidak ada bencana atau sesuatu yang buruk terjadi, tapi umat Kristen yang tergabung di dalam Jaringan Doa Nasional (JDS) tepat pada hari Kamis akan mengadakan doa nasional serempak se Indonesia tepat pada jam 5 sore. Momentum ini merupakan suatu nubuatan dari banyak Hamba Tuhan mengenai kegerakan Tuhan di Indonesia.

Akan ada sesuatu yang terjadi.

Akan ada transformasi, suatu perubahan radikal di dalam kehidupan berbangsa, dan dampak dari perubahan ini adalah bangsa Indonesia akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia.

Gue jujurnya ngga ngerti bagaimana caranya semua nubuatan ini akan terjadi, tapi satu hal, semuanya bisa dan tidak mustahil.

Mari tunggu, apakah yang akan terjadi. Selain penasaran karena jembatan paspati, ternyata penasaran juga sama tanggal 6 Mei....

God Bless You.

Posted by David Hotary P at 5/03/2005 11:23:00 PM 0 comments Links to this post

Jalan Tol Baru

Tanggal 28 kemarin gue berkesempatan untuk menjajal jalan tol baru. Penasaran juga ko, berbulan-bulan gue pingin cobain jalan ini. Akhirnya kesampaian juga.

Secara kualitas memang jalan tol ini kualitasnya di bawah jalan tol Cikampek, karena bahan yang digunakan adalah beton, jadi banyak banget gelombangnya. Tetapi yang sedikit amazing itu adalah waktu tempuhnya, mulai dari Padalarang sampai ke Cawang 1,5 jam dengan kecepatan 80-an km/jam.

Gile bener, tapi tetap saja sampai di Cawang - Priok ...macettt...hehehehe, tapi memang lumayan, secara keseluruhan, waktu tempuh mulai dari Jalan Tol M Toha (Bandung) sampai ke Mangga Dua Square 2 jam ! Lebih cepat 1 jam dari biasanya!

Gilleee bener...

Pemandangannya bagus, kiri kanan kebon teh, kerennn.

Sebentar lagi, kalau ngga salah 20 Mei 2005, Jembatan Paspati sudah bisa dipakai, penasaran nih pengen coba hehehe

bersyukur banget ya kita generasi-generasi ini bisa menikmati begitu banyak kemajuan teknologi, ngga kebayang rasanya kalau kita semua hidup di jaman siti nurbaya
heheheh

Urgently Required

Monday, May 02, 2005

Image hosted by Photobucket.com