Kecewa

Monday, November 29, 2004

Kecewa adalah hal yang sangat manusiawi.
semua orang pernah kecewa, dari petani sampai presiden, pasti pernah kecewa dalam hidupnya.
 
Wajar sih kalau manusia bisa kecewa, tapi sangat tidak wajar kalau kecewa itu bertumpuk sampai menjadi kemarahan dan kebencian. Apalagi kalau kemarahan dan kebencian itu akhirnya menjadi suatu tindakan.
 
Gue akhir2 ini banyak belajar mengenai kecewa, karena Tuhan ijinkan gue melihat dari dekat orang yang kecewa itu bagaimana.
 
Kecewa bisa membuat orang berubah 180 derajat. Seluruh kepribadiannya bisa tertutup oleh rasa kecewa ini. Yang tadinya menyenangkan bisa jadi menyebalkan.
 
Di saat kita kecewa, kecewa itu akan merampas perasaan sukacita kita, dan tidak berhenti sampai di situ, kecewa juga ikut mempengaruhi suasana dan perasaan orang  yang berada di sekeliling kita.
 
Kecewa harus dibereskan, dan satu-satunya cara untuk membereskan perasaan tersebut adalah untuk mau mengampuni, menerima kenyataan yang ada, belajar daripadanya, dan melanjutkan kembali hidup.
 
Jangan mau kecewa terlalu lama, apalagi sampai numpuk, ngga enak dan dampaknya kemana-mana. Ayo cepat beresin.
 

Thursday, November 25, 2004


maureen ... calon istri gue ... cantik ya :D


Willie ..... duh cantiknya ...:D


Jule Dan Istri (baru)nya Wida. Maksudnya baru itu di sini adalah baru nikah hehehe Jule itu temen baik gue waktu SMA 5. Berandal kelas, asli preman, 100 % hehehe. Dulu suka ngasih cimeng, dia suka sumputin di dalam kaus kakinya, busseet sori aja dah, biar cimeng kalau dari kaos kaki ddia malesss banget! :D tapi itu dulu, sekarang Jule sudah jadi Pak Haji, Wida juga katanya sudah Hajjah hehehe


Ini Momon, sobat baik gue waktu SMA dengan bayi kecilnya yang baru lahir.....Duh liat tuh tatapannya, keibuan banget...:D Selamat ya Momon....


David-Maureen-Jule dan Istri-Noni-Gandhi-Didiet di rumah Noni, lebaranan hari kedua.

Puas

Thursday, November 11, 2004

Minggu malam kalau ngga salah, gue nonton bola di TV7, Bolton Wanderers lawan Middlesborough (ejaannya salah ya?).
 
Rame sekali, biar ngga serame partai MU lawan Arsenal dua minggu lalu. Hasil pertandingannya itu kalau ngga salah 1-1. Sambil nonton, gue belajar beberapa hal....
 
Yang pertama mengenai sukses.....Gue lupa bolton apa Midds yang menggolkan terlebih dahulu. Tapi di saat gol itu terjadi, kelihatan sekali ekspresi kebahagian terpancar dari si pencetak gol dan rekan2 setimnya. Tampangnya puas sekali .... sukses! Tim yang tertinggal ngga putus asa, dia lakukan segala cara untuk menyamakan kedudukan ...... dan berhasil! Dan tampang mereka lebih puas dibandingkan tim yang duluan menggolkan!
 
Lalu gue coba berpikir, apa yang menyebabkan kita bisa puas dalam meraih sesuatu di dalam hidup ini.....Kayanya ngga semua keberhasilan membuat kita puas. Gue reflkesikan ke dalam pengalaman pribadi, dan memang betul....ngga semua keberhasilan membuat gue puas....
 
Sebagai contoh .... gue berhasil menyelesaikan sebuah proyek pelaksanaan, dan hasilnya cukup baik. Tapi gue ngga puas karena gue tahu bahwa secara disain hasilnya tidak optimal....ada beberapa hal yang sebetulnya jika dipikirkan lebih matang, tentu hasilnya akan lebih baik. Nah gue tau tidak dipikirkannya disain ini secara matang adalah karena memang gue ngga punya cukup waktu untuk memikirkan semua aspek, sehingga disainnya menjadi optimal. Dengan kata lain dalam proses gue mengerjakan pekerjaan ini, gue tidak mengerjakannya secara sungguh-sungguh, sehingga, walapun berhasil gue ngga puas....plain ...... biasa aja.
 
Gue coba cari pengalaman hidup gue yang rasa puasnya paling berkesan, dan gue inget waktu gue lagi Ujian Saringan Masuk ke Unpar.
 
Masuk ke arsitek Unpar sudah menjadi cita2 gue dari SMP, penyebabnya karena abang gue yang kuliah di sana, entah apanya yang membuat gue tertarik. Dari SMA gue mulai rajin sketsas-sketsa, tapi sketsa gue banyakan gambar-gambar bangunan. Dari SMS juga gue sudah bisa menggambar perspektif, sesuatu yang sulit untuk teman-teman sepantaran waktu itu.
 
Lulus SMA tujuan gue pasti, Arsitektur Unpar. Konon katanya yang terbaik se Asia Tenggara hi hi hi..:D Gue mulai cari les, dan mendalami sketsa perspektif lebih dalam lagi, karena memang syarat utama buat masuk ke arsitektur Unpar adalah kemampuan gambar dan renderingnya. Abang gue ikut bantu dan kasih tips, gue juga beberapa kali ikut Puslatmekar yang diadain himpunan jurusan arsitektur Unpar. Pokoknya gue lakukan apa yang bisa gue lakukan untuk lulus USM ini. Bahkan gue, yang biasanya bandel berat, mendadak jadi anak baik, semuanya dengan tujuan agar Tuhan juga mau membantu gue.....ngejilat Tuhan hi hi hi..:D
 
Pas lagi USM, gue PD berat, apalagi soalnya ngga berapa asing buat gue. Kalau ngga salah ada lima soal menggambar yang semuanya gue selesaikan dengan baik, tanpa cacat. Sehabis ujian gambar, kita ujian Matematika dan Bahasa Inggris, tapi ada waktu istirahat dulu beberapa jam. Sambil makan siang, gue tuker pikiran dengan teman2 gue yang ikutan juga USM Arsitek Unpar. Dan ternyata gue kaget banget, ada satu soal yang gue salah jawabnya! Gue ngga inget banget, tapi jawaban gue melenceng dari maksud soalnya. Sejak itu gue ngga PD lagi, bahkan gue sudah siap-siap untuk menghadapi kenyataan untuk coba lagi ke Universitas lain, padahal hasil USMnya belum diumumkan.
 
Di hari pengumuman, dengan deg-deg kan gue datang ke kampus Unpar.....semaleman gue berdoa....tegang juga. Di Unpar, sudah banyak orang yang berkerumun di papan pengumuman, ada yang mukanya lesu, ada yang girang ... duh, gue jadi tambah tegang aja.....
 
Satu-satu gue baca, baris demi baris nama peserta USM yang masuk, dan akhirnya gue temukan juga nama gue di sana, lengkap .. David Hotary Pangaribuan ......
Nyesssss gila, itu yang namanya gembira, Pure Joy, sukacita besar langsung mengalir dan memenuhi hati......tak terkatakan betapa gembiranya hati gue .......Puasssss banget. Benar2 mimpi jadi kenyataan.
 
Itu salah satu momen dalam hidup yang ngga akan pernah gue lupakan. Kegembiraan dan Kepuasaan seperti itu ngga selalu gue alamin.....Di sinilah gue belajar,... yang membuat gue puas adalah jika gue melakukan sesuatu dengan segenap usaha dan tenaga.....mencoba untuk giving my best .....dan jikalau segenap usaha tersebut pada akhirnya membuahkan keberhasilan ..... itulah kepuasan. Bukan berarti kita harus selalu mengandalkan kekuatan kita, justru di saat kita percaya bahwa kita telah memberikan yang terbaik, itu menambah rasa percaya kita bahwa itu pasti akan berhasil, bahwa Tuhan juga akan memberikan kepada kita buah dari benih yang sudah kita tabur. Proses kita mengerjakan sesuatu tersebut, itulah yang menentukan kepuasan kita.
 
Gue bertekad, untuk mempersembkan yang terbaik selalu, dalam apapun....pekerjaan, hubungan satu dengan yang lain, pelayanan .....dll. Bukan berhasil atau tidaknya yang akan membuat kita puas, tapi proses kita dalam mengerjakannya, itulah penentunya!
 
Yuk kita coba ... Giving My Best!
God Bless You
 
 
 
 

Puas

Minggu malam kalau ngga salah, gue nonton bola di TV7, Bolton Wanderers lawan Middlesborough (ejaannya salah ya?).
 
Rame sekali, biar ngga serame partai MU lawan Arsenal dua minggu lalu. Hasil pertandingannya itu kalau ngga salah 1-1. Sambil nonton, gue belajar beberapa hal....
 
Yang pertama mengenai sukses.....Gue lupa bolton apa Midds yang menggolkan terlebih dahulu. Tapi di saat gol itu terjadi, kelihatan sekali ekspresi kebahagian terpancar dari si pencetak gol dan rekan2 setimnya. Tampangnya puas sekali .... sukses! Tim yang tertinggal ngga putus asa, dia lakukan segala cara untuk menyamakan kedudukan ...... dan berhasil! Dan tampang mereka lebih puas dibandingkan tim yang duluan menggolkan!
 
Lalu gue coba berpikir, apa yang menyebabkan kita bisa puas dalam meraih sesuatu di dalam hidup ini.....Kayanya ngga semua keberhasilan membuat kita puas. Gue reflkesikan ke dalam pengalaman pribadi, dan memang betul....ngga semua keberhasilan membuat gue puas....
 
Sebagai contoh .... gue berhasil menyelesaikan sebuah proyek pelaksanaan, dan hasilnya cukup baik. Tapi gue ngga puas karena gue tahu bahwa secara disain hasilnya tidak optimal....ada beberapa hal yang sebetulnya jika dipikirkan lebih matang, tentu hasilnya akan lebih baik. Nah gue tau tidak dipikirkannya disain ini secara matang adalah karena memang gue ngga punya cukup waktu untuk memikirkan semua aspek, sehingga disainnya menjadi optimal. Dengan kata lain dalam proses gue mengerjakan pekerjaan ini, gue tidak mengerjakannya secara sungguh-sungguh, sehingga, walapun berhasil gue ngga puas....plain ...... biasa aja.
 
Gue coba cari pengalaman hidup gue yang rasa puasnya paling berkesan, dan gue inget waktu gue lagi Ujian Saringan Masuk ke Unpar.
 
Masuk ke arsitek Unpar sudah menjadi cita2 gue dari SMP, penyebabnya karena abang gue yang kuliah di sana, entah apanya yang membuat gue tertarik. Dari SMA gue mulai rajin sketsas-sketsa, tapi sketsa gue banyakan gambar-gambar bangunan. Dari SMS juga gue sudah bisa menggambar perspektif, sesuatu yang sulit untuk teman-teman sepantaran waktu itu.
 
Lulus SMA tujuan gue pasti, Arsitektur Unpar. Konon katanya yang terbaik se Asia Tenggara hi hi hi..:D Gue mulai cari les, dan mendalami sketsa perspektif lebih dalam lagi, karena memang syarat utama buat masuk ke arsitektur Unpar adalah kemampuan gambar dan renderingnya. Abang gue ikut bantu dan kasih tips, gue juga beberapa kali ikut Puslatmekar yang diadain himpunan jurusan arsitektur Unpar. Pokoknya gue lakukan apa yang bisa gue lakukan untuk lulus USM ini. Bahkan gue, yang biasanya bandel berat, mendadak jadi anak baik, semuanya dengan tujuan agar Tuhan juga mau membantu gue.....ngejilat Tuhan hi hi hi..:D
 
Pas lagi USM, gue PD berat, apalagi soalnya ngga berapa asing buat gue. Kalau ngga salah ada lima soal menggambar yang semuanya gue selesaikan dengan baik, tanpa cacat. Sehabis ujian gambar, kita ujian Matematika dan Bahasa Inggris, tapi ada waktu istirahat dulu beberapa jam. Sambil makan siang, gue tuker pikiran dengan teman2 gue yang ikutan juga USM Arsitek Unpar. Dan ternyata gue kaget banget, ada satu soal yang gue salah jawabnya! Gue ngga inget banget, tapi jawaban gue melenceng dari maksud soalnya. Sejak itu gue ngga PD lagi, bahkan gue sudah siap-siap untuk menghadapi kenyataan untuk coba lagi ke Universitas lain, padahal hasil USMnya belum diumumkan.
 
Di hari pengumuman, dengan deg-deg kan gue datang ke kampus Unpar.....semaleman gue berdoa....tegang juga. Di Unpar, sudah banyak orang yang berkerumun di papan pengumuman, ada yang mukanya lesu, ada yang girang ... duh, gue jadi tambah tegang aja.....
 
Satu-satu gue baca, baris demi baris nama peserta USM yang masuk, dan akhirnya gue temukan juga nama gue di sana, lengkap .. David Hotary Pangaribuan ......
Nyesssss gila, itu yang namanya gembira, Pure Joy, sukacita besar langsung mengalir dan memenuhi hati......tak terkatakan betapa gembiranya hati gue .......Puasssss banget. Benar2 mimpi jadi kenyataan.
 
Itu salah satu momen dalam hidup yang ngga akan pernah gue lupakan. Kegembiraan dan Kepuasaan seperti itu ngga selalu gue alamin.....Di sinilah gue belajar,... yang membuat gue puas adalah jika gue melakukan sesuatu dengan segenap usaha dan tenaga.....mencoba untuk giving my best .....dan jikalau segenap usaha tersebut pada akhirnya membuahkan keberhasilan ..... itulah kepuasan. Bukan berarti kita harus selalu mengandalkan kekuatan kita, justru di saat kita percaya bahwa kita telah memberikan yang terbaik, itu menambah rasa percaya kita bahwa itu pasti akan berhasil, bahwa Tuhan juga akan memberikan kepada kita buah dari benih yang sudah kita tabur. Proses kita mengerjakan sesuatu tersebut, itulah yang menentukan kepuasan kita.
 
Gue bertekad, untuk mempersembkan yang terbaik selalu, dalam apapun....pekerjaan, hubungan satu dengan yang lain, pelayanan .....
 
 
 
 

You Got To Learn The Hardway

Tuesday, November 02, 2004

Pernah ngga kita berharap hidup ini bisa lebih mudah lagi bagi kita. Pernah ngga kita di satu momen, merasakan bahwa kok kayanya hidup ini berat sekali... begitu banyak hambatan, permasalahan yang mungkin membuat kita capek dan mulai putus asa....
 
Gue pernah dalam kondisi seperti itu, beberapa kali bahkan. Kondisi seperti itu membuat gue stress, dan stress berkelanjutan yang akhirnya membuat gue hampir putus asa. Tapi semuanya ternyata pada akhirnya beres. Semua tekanan, rintangan dan hambatan, satu persatu gue lalui, dan hasilnya baik.
 
Lalu gue coba evaluasi......dan memang satu hal yang gue lihat dan pelajari, rintangan - hambatan - tantangan akan membuat kita semakin kuat, pintar dan tangguh. Kita menjadi orang-orang yang tahan uji.... ngga lembek. Walau mungkin kita sempat jatuh, gagal dan tidak berhasil, pengalaman-pengalaman itu memperkaya kita. Dan gue percaya, apapun kondisi yang kita hadapi saat ini, itu adalah untuk mempersiapkan kita untuk menghadapi hal lain di masa yang akan datang.
 
Mungkin hari ini kita harus belajar keras, mungkin hari ini kita sedang berada di bawah tekanan. Ingat satu hal, kita pasti bisa melewatinya. Lihatlah tujuan akhir yang akan kita raih, dan jangan berkutat kepada permasalahan kita. Mulailah percaya bahwa kita PASTI bisa melewatinya.
 
God Bless You All