Kematian Yang Indah

Friday, August 05, 2005

Setiap orang mungkin punya persepsi yang berbeda mengenai kematian yang terindah, karena kematian itu sendiri toh sebenarnya adalah satu bentuk kehilangan bagi yang ditinggalkan. Namun setiap orang suatu hari nanti akan mati, oleh karena itu orang mulai memikirkan atau membayangkan kondisi paling enak untuk meninggalkan dunia ini.

Ada yang berpikir bahwa kematian yang indah adalah di saat didampingi oleh seluruh keluarga, ada juga yang berpikir bahwa kematian yang indah adalah di saat di medan perang (ini mungkin buat tentara kali ya) atau di tengah-tengah menjalankan tugas.

Seorang saudara seiman, kita bersama-sama di Family Altar, yang bernama Ibu Corie, Kamis 4 Agustus jam 6.10 sore dipanggil Bapa di Surga, dan peristiwa kepergiannya tanpa rasa sakit sama sekali, walaupun saat itu suami tercinta sedang pergi mengambil oksigen. Ini mungkin salah satu saat kematian yang indah, di mana Ibu Corie sama sekali tidak merasa sakit, dan pergi bertemu Sang Pencipta.

Lebih dalam lagi mengenai Ibu Corie, gue baru kenal dia sekitar 7 bulanan, di dalam wadah Family Altar. Kita satu gereja dan setiap minggu di dalam ibadah F A kita pasti bertemu. Ibu Corie sangat mengasihi Tuhan, dan itu tercermin lewat pelayanannya kepada orang - orang yang tidak mampu. Sekitar dua bulan lalu, tiba-tiba beliau tidak nafsu makan, dan berangsur-angsur badannya mulai lemah karena pasokan makannya berkurang. Setelah diperiksakan ke Rumah Sakit, terungkap bahwa Ibu Corie menderita penyakit kanker, dan kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuh, di hati ada, lalu di otak juga ada, bahkan sampai di pencernaan pun ada. Nah ajaibnya, beliau sama sekali tidak merasakan sakit apapun selain bahwa kondisi badannya lemah, padahal sebagai contoh saja, kanker di otak biasanya mengakibatkan sakit kepala luar biasa, dan kanker di hati biasanya menyebabkan sakit kuning.

Sungguh luar biasa kasih karunia Tuhan, walaupun saat ini beliau sudah berpulang, Tuhan memberikan pembelaan dan penghiburan, sehingga Ibu Corie sama sekali tidak merasakan sakit.

Tuhan kiranya memberikan kekuatan bagi Bpk. Ferdy dan kedua anaknya, Don dan Edwin.

Mazmur 116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

posted by David Hotary P

Posted by David Hotary P at 8/05/2005 08:44:00 AM

1 comments:

read your blog, think you'd be really interested in this website

Anonymous said...
Saturday, 06 August, 2005  

Post a Comment