Gambaran apa yang kita berikan kepada generasi mendatang?

Thursday, January 31, 2008

Visi & Mimpi adalah bahasa Roh Kudus

Oleh : Indri Gautama - Senior Pastor & Rasul Gereja Generasi Apostolik

"Vision gives You direction"
"Vision gives You goal"
"Without vision, My people cast out restraint." – Proverbs 29:18
"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat." – Amsal 29:18

Pada tahun 1774, seorang pemimpin politik bernama John Adams, dengan berani menentang kebijakan kolonial Inggris di benua Amerika dan ia mendeklarasikan visinya akan suatu negara yang bebas dari pemerintahan kerajaan Inggris. Banyak orang mencemooh, namun dua tahun kemudian, 4 Juli 1776, lahirlah negara kesatuan Amerika – the United States of America.

Menjelang akhir abad 19, kakak beradik Wilbur dan Orville Wright menyatakan bahwa masa penerbangan telah tiba. Orang mentertawakan mereka, dan merekapun mengalami banyak kegagalan dalam eksperimen mereka. Tapi pada 17 Desember 1903, Wilbur dan Orville mencatat sejarah dunia dengan menerbangkan pesawat kecil bermesin dua dari pantai pesisir Kitty Hawk, North Carolina.

Tahun 1940, penginjil muda Billy Graham mempunyai mimpi yang radikal. Ia melihat setiap stadion dipadati dengan jiwa-jiwa yang berlari ke altar, menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan sementara lagu "Just as I am" dinaikkan. Hari ini, ratusan juta orang telah menerima Tuhan melalui Dr. Billy Graham.

Seorang pendeta muda di sebuah gereja baptis di Atlanta, Georgia, Dr. Martin Luther King dalam impiannya melihat dua orang anak yang berbeda warna kulitnya, bermain bersama di ayunan, tanpa prasangka, tanpa kebencian, tanpa pertentangan SARA. Dr. Martin Luther King punya mimpi untuk menghentikan perbudakan di Amerika Serikat.

Apakah persamaan John Adams, the Wright brothers, Billy Graham dan Dr. Martin Luther King? Dunia berubah karena ada orang-orang yang berani mempunyai visi yang sangat kuat dan berani. Kalau mereka bisa membawa perubahan di dunia, kenapa Anda tidak? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Tuhan berkata di Yesaya 55:8: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, ......"  Berapa besar visi Tuhan dalam hidup Anda yang akan digenapi? Karena tanpa visi, kerajaan Allah tidak dapat dimajukan dan diperluas.

Suatu hari, rasul Naomi Dowdy membagikan visinya tentang gereja yang berkemenangan, yang tidak dapat ditaklukkan oleh alam maut seperti Tuhan Yesus katakan di Matius 16:18. Hati saya membara membayangkan gereja yang sangat berkuasa seperti itu. Saya tidak punya ambisi menjadi gembala, tetapi sangat bergairah mengembangkan suatu generasi yang betul-betul berkaliber dan bermental kerajaan sorga yang membawa dampak di bidang pemerintahan, pendidikan, kesenian, kesehatan, hukum dan peradilan, dunia usaha dan dalam segala bidang.


28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi,
bahwa Aku akan mencurahkan
Roh-Ku ke atas semua manusia,
maka anak-anakmu laki-laki dan
perempuan akan bernubuat;
orang-orangmu yang tua akan
mendapat mimpi,
teruna-terunamu akan mendapat
penglihatan-penglihatan.
29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-
laki dan perempuan
akan Kucurahkan Roh-Ku pada
hari-hari itu

Yoel 2:28-29 di atas adalah nubuatan nabi Yoel yang sedang sedang terjadi saat ini. Tujuan utama Roh Kudus dicurahkan bukan untuk berbahasa roh, tetapi supaya kita bernubuat, menerima mimpi dan penglihatan karena melalui Roh Kudus, Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk melihat apa yang Tuhan rencanakan  bagi kita. Visi adalah bahasa yang dipakai Roh Kudus untuk menyatakan pikiran Tuhan.

Visi dan tujuannya
Visi adalah gambaran masa depan dari Tuhan yang menghasilkan gairah yang menggelora di hati, seperti api yang membakar manusia roh kita. Visi memiliki kekuatan. Visi mempunyai kuasa. Visi menterjemahkan pikiran Tuhan bagi kita, demikian kata Bill Hybel.

Vision diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai wahyu. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. – Amsal 29:18.

Tuhan memberi visi (= wahyu), supaya kita punya tujuan. Kalau ada tujuan, hidup kita terarah dan tidak liar. Sebaliknya, tanpa wahyu, tak ada tujuan, kita tidak kemana-mana dan tidak mencapai apa-apa. Karena itu, sangat penting memperoleh pewahyuan dari Roh Kudus.

Box: Tanam benih visi kepada generasi muda agar hidup Anda berhasil

Dampak visi
Ketika Tuhan memberikan visi-Nya, maka visi itu akan menghasilkan banyak dampak seperti:

1. Visi membangkitkan inspirasi dan ilham di hati Anda yang menjadi bahan bakar agar visi itu terjadi.

2. Visi membuat Anda berinisiatif dan rajin.

3. Visi membuat rasul Paulus rela mati (Kisah Para Rasul 20:24). Visi membuat jantung Anda
berdenyut kencang.

4. Visi memberi Anda vitalitas, tenaga dan gairah. Anda tidak akan tinggal diam. Orang yang bervisi akan bertindak dan terus berjuang mengatasi tantangan demi tantangan dengan penuh gairah.

5. Tenaga dan gairah timbul karena visi meneguhkan janji Allah. Mari, kita belajar dari Abraham.

Di Kejadian 15:1-4, Abram mengeluh. Dia sudah ikut  Tuhan sejauh ini tetapi belum mendapat keturunan yang sangat dia harapkan. Lalu Allah memanggil Abram keluar dari tenda pada malam yang kelam (Kejadian 15:5). Tuhan sedang mengajar Abram percaya dengan menyuruhnya menghitung bintang-bintang di langit. Setiap kali Abram keluar tenda dan melihat ke langit, ia melihat kembali janji Tuhan akan keturunan yang sebanyak bintang-bintang itu. 

Sekali lagi Tuhan meneguhkan janji-Nya pada Abraham untuk membuat keturunannya sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut (Kejadian 22:17). Setiap kali ia memandang ke langit, ia melihat gambaran jumlah keturunannya. Setiap kali ia berjalan di pantai, ia melihat jumlah keturunannya. Bintang dan pasir mencetak suatu gambaran di pikiran Abraham yang meneguhkan janji Tuhan kepadanya.

Karena gambaran itu, Abraham bisa berbicara mengenai prinsip kemenangan iman. Imannya tidak menjadi lemah, walaupun tubuhnya sudah sangat lemah. Ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan sementara ia menunggu penggenapan janji Allah, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah (Roma 4:19-20).

Visi yang berasal dari Tuhan akan membuat Anda tetap bergairah. Sekalipun sudah lama Anda menerimanya, Anda akan tetap bergairah mencritakannya, sangat segar seperti baru kemarin Anda mendapatkannya dari Tuhan.

6. Visi memberi arahan. Ketika Anda melihat gambaran masa depan yang Tuhan berikan, maka Anda akan bergerak ke arah tersebut. Anda punya sasaran.

7. Akibat arahan yang jelas, maka visi juga akan membuat kita fokus.

8. Visi membangkitkan rasa memiliki. Janji Tuhan berlaku dari angkatan ke angkatan dan dari generasi ke generasi. Visi dari Tuhan tidak berhenti pada seseorang ketika orang itu mati, tetapi harus diteruskan kepada generasi penerus yang siap melakukannya dengan lebih hebat.

Allah kita visioner

Allah yang kita sembah adalah Allah yang visioner. Kita diselamatkan karena kuasa dari visi Allah. Suatu hari Allah Abraham, Ishak dan Yakub melihat dunia yang hancur karena dosa, kejahatan dan kutuk, Dia berkata: "Aku punya suatu visi. Aku akan mentransformasi apa yang Aku lihat ini menjadi suatu karya ciptaan yang baru, yang layak menjadi mempelai-Ku."

Kemudian Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus membuat  strategi untuk memutarbalikkan kondisi dunia dan manusia yang sudah jatuh dalam dosa menjadi mempelai Kristus. Dalam rapat itu, satu pribadi bernama Yesus muncul dan menyediakan Diri-Nya menjadi bayaran. Yesus berkata: "Setiap orang yang sudah kehilangan kemuliaan Allah akan kembali memilikinya, setiap orang yang hilang keserupaannya dengan Allah akan menjadi serupa kembali, setiap orang yang kehilangan kuasa Allah akan memilikinya kembali!"

Menerima visi dari Tuhan

Karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang visioner, Dia sangat rindu memberikan visi kepada setiap anak-Nya. Semua gambaran Tuhan bagi kita sudah dijabarkan di dalam Alkitab jauh sebelum dunia dijadikan. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mengetahui apakah visi kita berasal dari Tuhan atau bukan? Tanyakan delapan hal berikut ini kepada diri Anda.

1. Apakah Anda sudah berserah total kepada Tuhan?

Anda tidak mendesak Tuhan, tetapi duduk di kaki-Nya dengan sabar, percaya dan tidak ragu bahwa Tuhan mau berbicara dengan Anda sekalipun perlu waktu untuk menunggu.

2. Apakah Anda sudah meminta Tuhan untuk menyingkapkan visi-Nya bagi Anda?

Apakah Anda bertanya pada Tuhan apa arti visi tersebut? Latih dan praktekkan bahasa roh setiap hari. Pada waktu Anda berbahasa Roh, manusia roh Anda bersekutu dengan Tuhan dan Roh Kudus berbicara kepada Anda melalui visi karena visi adalah bahasa Roh Kudus yang menggambarkan pikiran Allah.

3. Apakah Anda datang kepada Tuhan dengan tangan yang hampa? Atau dengan tangan yang penuh dengan agenda pribadi dan sekedar meminta Tuhan memberkati rencana dan ambisi pribadi Anda?

Jangan menciptakan gambaran sendiri dalam pikiran Anda. Pusatkan pikiran pada Tuhan dan jangan pusing dengan urusan pribadi. Visi dari Tuhan pasti menghormati Allah dan memajukan kerajaan sorga.

4. Apakah Anda sudah berpuasa dan berdoa seperti Daniel lakukan selama 21 hari?

5. Apakah Anda sudah berdiam diri dan menanti Tuhan, benar-benar hanya Anda dan Tuhan?

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!......."  Mazmur 46:11 mengajarkan jiwa kita untuk tenang, jangan gundah gulana di hadapan Tuhan. Untuk apa? Untuk belajar sensitif mendengar suara Roh Kudus. Belajarlah tenang pada waktu berdoa, pada waktu memuji dan menyembah Tuhan.

6. Apakah Anda sudah membersihkan hidup Anda dari semua sifat dosa dan pola hidup yang najis?

Jaga hati Anda agar tetap bersih dari kepahitan, kebencian, dendam, motivasi pribadi, iri, kecewa (Matius 5:8 dan Amsal 4:23). Visi gampang diberikan Tuhan kepada hati yang murni seperti hati Daniel dan rasul Yohanes. Kita jaga pikiran dengan cara memperbaharuinya setiap waktu, supaya pikiran kita sejalan dengan pikiran Tuhan, sebab Tuhan mau memberikan gambaran di situ.

7. Apakah Anda sudah mencabut semua suara yang menghalangi suara Tuhan?

Singkirkan semua suara yang berkata bahwa ini hanya imajinasi Anda sendiri. Suara-suara seperti itu membuat Anda tidak bisa mendengar suara Tuhan. Kehidupan memuji dan menyembah harus menjadi gaya hidup anak-anak Tuhan setiap hari. Ada kuasa dalam penyembahan. Nabi Elisa memerlukan pemain musik (2 Raja-Raja 3:15). Pada waktu kecapi dimainkan, kuasa Tuhan turun dan Tuhan berbicara. .

8. Apakah Anda sudah mempelajari dengan rajin buku-buku mengenai orang-orang yang berhasil pelayanannya di dunia?

Gereja adalah jawaban bagi dunia.

Visi Tuhan Yesus di Matius 16:18 – yaitu gereja yang berkuasa, yang tidak dapat ditaklukkan oleh alam maut – benar-benar melahirkan gairah yang membara di hati saya. Anak-anak Tuhan adalah agen tranformasi yang akan mengubah Indonesia dan dunia bagi kemuliaan Tuhan.

Anak muda Indonesia akan menjadi generasi pemimpin yang takut akan Tuhan, yang betul-betul bermental kerajaan sorga. Indonesia akan bebas korupsi karena manusianya mempunyai hati yang baru, yaitu hati yang takut akan Tuhan, hati yang berintergritas. Baru Indonesia akan dimenangkan bagi kemuliaan Allah.

Tuhan Yesus memerlukan agen-agen transformasi yang mau memeluk visi-Nya, yang bergairah,  yang menangis bahkan rela mati untuk melihat visi itu digenapi. Untuk melihat Indonesia dan dunia berubah menurut gambaran masa depan yang Tuhan berikan.

Dikutip dari :

Maria Magdalena Ministry ( http://www.mmmindo.org )

Posted by David Hotary P at 1/31/2008 09:06:00 AM 0 comments

COOL SALENDRO 1

Tuesday, January 22, 2008

TAHUN 2008 TAHUN KELIMPAHAN (1)

Yesaya 43:19

Firman Tuhan tersebut merupakan tuntunan yang Tuhan berikan bagi Gereja Tuhan, bahwa di tahun 2008 Tuhan akan membuat sesuatu yang baru, Ia akan melakukan perkara-perkara ajaib dan Tuhan akan memberikan kelimpahan berkatNya, Ia akan mengendalikan langkah hidup kita dan Tuhan punya rencana yang indah untuk anak-anakNya.

Tahun 2008 adalah tahun yang LUAR BIASA dan UNIK. Berdasarkan Alkitab, angka – angka memiliki pengertian yang mendalam dan memiliki arti spiritual. Angka delapan merupakan salah satu angka yang sering muncul di Alkitab, sebagai contoh : Daud lahir sebagai anak yang ke delapan, Anak disunat di hari yang kedelapan. Nuh dan keluarganya di dalam bahtera seluruhnya berjumlah delapan orang. Yesus menampakan diri kepada Thomas setelah 8 hari kebangkitanNya. Elia membuat mujizat 8 kali, sedangkan Elisa membuat mujizat 2 X 8 kali. Bahkan nama Yesus di dalam bahasa Yunani tertulis : I (10 ), H (8), (200), Y(400)(200), bila dijumlahkan menjadi 888, Yesus sendiri adalah ( Alfa ) dan  Omega ) dimana Omega = 800.

Dalam bahasa Ibrani, angka delapan memiliki arti "sh'moneh' yang artinya "to make fat" atau "menjadi gemuk" atau "super abundant number" yang artinya kelimpahan / berlimpah – limpah.

Namun kelimpahan yang akan Tuhan berikan kepada kita tidak akan kita dapatkan dengan bersantai saja, ada bagian-bagian yang harus kita lakukan.

PENUTUP

Jadi ada bagian yang harus kita lakukan untuk mendapatkan apa yang telah Tuhan janjikan di tahun 2008 ini, dan bagian tersebut bukanlah bagian yang mudah untuk dilakukan. Bagi orang yang siap untuk berperang dan menjadi orang benar, maka janji Tuhan akan digenapi. Bukankah sesuai dengan Firman Tuhan di Amsal 13 : 22b bahwa kekayaan orang berdosa di simpan bagi orang benar? Jadi percayalah bahwa tahun 2008 ini benar-benar tahun kelimpahan. Amin

COOL SALENDRO 1

Tuesday, January 15, 2008

PEPERANGAN

1 Timotius 6:12a

Kehidupan adalah sebuah pertandingan. Ada berbagai macam pertentangan, kontradiksi, perseteruan, usaha untuk dapat bertahan hidup. Setiap orang bergulat dengan tujuan dan cita-cita masing-masing. Demikian serunya sehingga kita bisa mengatakan bahwa pertandingan tersebut adalah peperangan kita dengan banyak hal dalam melewati hidup ini.

Kehidupan kekristenan jelaslah sangat dekat dengan perkara-perkara peperangan, karena di dalam pertandingan hidup ini banyak sekali yang harus kita hadapi dan lewati, apalagi hamper semua perkara yang berkenan kepada dunia adalah perkara-perkara yang tidak sejalan dengan Firma Tuhan. Namun sayangnya banyak sekali orang Kristen yang tidak menyadari realita ini, sehingga mereka tidak pernah berperang di dalam kehidupan mereka.

Peperangan apa saja yang harus kita hadapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan?

  1. Walaupun telah bertobat dan dilahirkan kembali, kita semua orang Kristen tidak secara otomatis dibebaskan oleh perkara daging, karena kita masih hidup di dunia ini. Apalagi karakter, sikap dan emosi masih dapat menjerumuskan dan menyesatkan kita. Untuk itulah agar kita menang di dalam peperangan ini kita harus senantiasa waspada, melakukan peperangan rohani dan berdoa sungguh-sungguh setiap hari. Orang Kristen yang tidak menyadari realitas ini akan menerima kekurangannya sebagai sesuatu yang tidak perlu diubah.

  2. Firman Tuhan sangatlah jelas memperlihatkan kepada kita bagaimana kita akan menjadi musuh Tuhan kalau kita bersahabat dengan dunia ini. Tentunya kita harus bisa membedakan persahabtan dengan hal duniawi apakah yang membuat Tuhan tidak suka. Dunia saat ini tengah berada di puncak teknologi, di mana begitu banyak kemudahan yang manusia bisa bisa nikmati. Namun Tuhan tidak ingin kita terlena di sini, oleh karena itu peperangan melawan dunia adalah peperangan melawan segala bentuk kenikmatan dan kemanjaan yang dunia berikan yang bisa membawa kita terlena dan menjauh dari Tuhan. Orang Kristen yang tidak menyadari perlunya peperangan melawan dunia akan dengan gampang terbawa arus dan menjauh dari Tuhan.

  3. Musuh kita yang setia adalah iblis. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa kita harus melawan Iblis. Dan untuk bisa melawan iblis, kita harus dalam kesadara penuh, berjaga-jaga dan dalam penaklukan penuh kepada Tuhan ( Yakobus 4:7 )

PENUTUP

Peperangan adalah mutlak bagi kita orang Kristen. Tidak ada kata netral dan tidak ada pilihan lain. Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan itu. Berdamai dengan dunia, daging dan Iblis berarti kita melawan Tuhan. Peperangan ini akan berlangsung sepanjang hidup kita, namun kemenangan sudah diberikan oleh Tuhan, dan kita tetap harus menjalani peperangannya. Roma 8:37 mengatakan bahwa kita lebih daripada para pemenang, bersama Tuhan kita pasti menang. Amin.

T a b u r T u a i

Friday, January 11, 2008


 

Apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Simple. Kita menabur perbuatan baik, maka kita pun akan menuai perbuatan baik dan sebaliknya. Dan tidak hanya itu, sama seperti petani, apa yang mereka tuai selalu lebih banyak dari apa yang mereka tabur. Oleh karena itu kita akan menuai lebih banyak daripada apa yg kita tabur.


 

Gue alami ini dalam soal keuangan. Di awal 2007 Tuhan gerakan gue untuk menaikkan jumlah persembahan rutin mingguan dua kali lipat. Kalau diakumulasi jumlahnya mencapai seperempat gaji perbulannya. Cukup besar memang, dan itu di luar perpuluhan. Karena besarnya itu awal-awal gw sempat sedikit ngeluh, tp ya belajar taat dan ucap syukur aja.

Luar biasanya, tepat setahun Tuhan berikan berkat luar biasa, uang dalam jumlah yang luar biasa Tuhan berikan buat gue. Betul-betul luar biasa! Tidak pernah terpikir tapi hasilnya nyata.


 

Banyak orang menabur tapi tidak menuai, dan penyebabnya adalah:

1. Di saat menabur kita tidak berharap untuk menuai... Hal ini sering terjadi. Bukan berarti kita harus hitung2an dengan Tuhan, tapi prinsip kita menabur haruslah sama seperti para petani, mereka berencana utk menuai! Oleh karena itu di saat kita hendak menabur dan Tuhan menggerakan kita untuk menabur, harapkanlah tuaian.

2. Keraguan, kebimbangan, ketidaksabaran dan kata-kata negatif (gerutu,sungut-sungut,keluhan) di saat kita menunggu tuaian akan membuat iman kita menjadi kerdil. Sama seperti para petani memupuk tanaman mereka, kita pun juga demikian dengan memperkatakan Firman Tuhan. Dan tentunya benih tersebut harus tumbuh, artinya ada proses yang harus dilewati.

3. Kita menabur di tempat yg salah. Bagaimanapun juga Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan, oleh karena itu kita harus menabur atas perintah dan tuntunan Tuhan. Banyak orang mengatakan menabur itu harus untuk pelayanan, namun yg terpenting adalah kehendak yg akan memberikan tuaian.

4. Tidak memberikan perpuluhan. Perpuluhan adalah bagian Tuhan, oleh karena itu menabur harus didahului dengan memberikan perpuluhan terlebih dahulu.


 

Sangatlah penting bagi kita untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, sehngga kita bisa mendengarkan Dia di saat Dia memerintahkan kita untuk menabur. Percuma kita menabur kalau Tuhan tidak perintahkan atau gerakan.

Kita semua tentunya menginginkan untuk menuai hal2 baik di dalam hidup, maka dari itu datang ke Tuhan, dan kalau Dia menggerakan mulailah dengan menabur pada hari ini!

Amin.

Posted by David Hotary P at 1/11/2008 10:06:00 PM 0 comments

COOL Salendro 1

Tuesday, January 08, 2008

MENDUA HATI

Matius 6:24

Dalam kehidupan kita sehari-hari, tidaklah mungkin bagi kita untuk mengabdi kepada dua tuan. Demikian juga kita tidak mungkin mengasihi dua orang dengan sama, pasti ada perbedaannya. Mungkin yang satu mendapatkan lebih perhatian daripada yang lain. Demikian juga terhadap tuan atau atasan kita, tidak mungkin kita bisa memiliki komitmen yang sama terhadap kedua tuan / atasan kita tersebut.

Firman Tuhan ini mengingatkan kembali kepada kita akan sikap hati kita kepada Tuhan, sudahkan kita menjadikan Dia Tuhan di dalam kehidupan kita? Apakah focus hidup kita lebih kepada Tuhan ataukah kepada hal lain? Adakah hal lain di dalam kehidupan kita yang membuat kita lebih focus kepada hal tersebut sehingga seolah-olah kita menduakan Tuhan?

Dalam kehidupan modern, banyak sekali hal yang dapat menarik perhatian kita kepada hal-hal lain selain Tuhan. TV, kenikmatan hidup, konsumerisme dapat membuat kita terlena. Ada pula yang batasannya tipis sekali sehingga kita seolah-olah wajar untuk lebih focus kepada hal lain, seperti hobi, pekerjaan dan pelayanan.

Ketika Tuhan mengingatkan kepada kita agar kita tidak mengabdi kepada dua tuan, itu artinya ada sesuatu yang tidak baik bagi kita jika kita mendua, yaitu :

  1. Hanya Tuhan yang dapat memberikan kepada kita hikmat agar kita bisa melewati setiap tahapan di dalam kehidupan kita dengan baik. Orang yang mendua hatinya akan menghadapi masalah dengan kebingungan, karena di satu sisi ia ingin mempercayai Tuhan, di sisi yang lain dia mungkin mengandalkan kekuatannya sendiri, atau nasihat orang lain, ramalan, dan sebagainya. Hanya dengan mengutamakan Dia, kita bisa mempercayaiNya untuk memampukan kita melewati segala macam permasalahan dengan baik.

  2. Bagi Tuhan tidak ada area abu-abu, pilihannya antara kita mengikuti Dia atau kita melawan Dia ( Matius 12:30 ). Dan kalau kita memilih untuk mengikuti Dia, maka Ia mengingkan totalitas komitmen dan penyerahan diri kita, tidak bisa setengah-setengah. Bukan saja Tuhan membenci sesuatu yang suam, tetapi ia memuntahkannya, artinya Tuhan tidak menganggap penting lagi orang yang menduakan Dia, dan Ia buang.

  3. Tuhan sangat mengasihi kita, oleh karena itu ia tidak menyukai jika kita mendua hati. Dan Firman Tuhan katakana Ia akan membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anakNya bahkan sampai keturunan ketiga dan keempat. Artinya jika kita menduakan hati kita, Tuhan akan mendatangkan hukuman bagi kita.

PENUTUP

Tentukan sikap hati kita, kepada siapa kita sujud menyembah. Perbaharui komitmen kita dengan kesungguhan hati, jangan ada ilah lain di dalam hidup kita. Fokuskan hidup kita kepada perkara-perkara yang berkenan di mataNya. Amin

S u n g u t

Monday, January 07, 2008


Satu hal yang sangat mudah untuk kita lakukan di saat keadaan menjadi buruk atau di luar keinginan kita ialah mengeluh dan bersungut-sungut. Coba aja ingat-ingat, reaksi spontan apa yg muncul di saat keadaan tidak memuaskan kita?


Memang bersungut-sungut dan mengeluh itu sangat manusiawi, wajar, but ... Kita ngga menyadari dampaknya kepada kita.

Sebagai contoh, ada ngga orang yang banyak mengeluh dan menemukan keluhan-keluhannya membuat keadaan hidupnya menjadi lebih baik?

Ada ngga orang yang ngomel melulu, berkeluh kesah, mengeluh ... Dan menemukan semuanya itu membuahkan solusi?

Bukannya membawa hasil positif, keluhan dan sungut-sungut hanya akan membawa kita semakin tertekan.. Karena kata-kata itu memiliki kuasa ...

Beberapa perkataan yang lazim di katakan ketika seseorang bersungut-sungut ... "duh, cape deh gw" ... "mati dah gue" ... " pusing deh gue" ....


Kita harus melatih diri kita agar di dalam hidup kita terbiasa untuk mengucapkan perkara-perkara yg positif dan membangun.

Apa yang Firman Tuhan katakan mengenai hal ini?


Efesus 5:20

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita


Filipi 4:6

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.


Oleh karena itu penting bagi kita untuk bersikap tepat di saat pengujian-pencobaan-masalah datang, karena respon kita lah yang akan menentukan ending-nya.


Ayo kita belajar untuk bersikap dengan tepat, ingat bahwa kata-kata kita b e r k u a s a .


Gbu


Posted by David Hotary P at 1/07/2008 01:36:00 AM 1 comments

Love Song For My Wife ..

Saturday, January 05, 2008

"The First Time Ever I Saw Your Face"
by George Michael


The First Time Ever I Saw Your Face
I thought the sun rose in your eyes
And the moon and the stars were the gifts you gave
To the dark and endless skies, my love
To the dark and empty skies

The first time ever i kissed your mouth
I felt the earth move in my hands
Like the trembling heart of a captive bird
That was there at my command, my love
That was there at my command

The first time i ever lay with you]
And felt you heart so close to mine
And i knew our joy would fill the world
And would last till the and of time, my love
It would last till the end of time
The first time ever i saw your face
Your face, your face

Posted by David Hotary P at 1/05/2008 12:36:00 AM 0 comments

Thursday, December 13, 2007

Sebuah Penantian (My Hope Indonesia )

JANGAN LEWATKAN !!!


Akan diputar sebuah film yang berjudul

"My Hope Indonesia ".

Pada tanggal
15 Desember 2007 (hari Sabtu)
Pukul 16.30 - 17.30 WIB
Di RCTI


Pemutaran film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Film serupa pernah diputar di India dengan judul "My Hope India" dan berhasil menarik simpati jutaan rakyat India untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Untuk pemutaran film ini, Billy Graham Ministry melakukan doa puasa selama sebulan dari tgl. 15 Nopember s.d. 15 Desember 2007. Mereka sangat peduli akan keselamatan jiwa Bangsa Indonesia bagaimana dengan kita ? Mari kita dukung melalui doa agar pemutaran film ini benar-benar menjadi berkat bagi Bangsa Indonesia.

Informasi Tambahan:
Judul film sebanarnya bukan My Hope Indonesia, tetapi "SEBUAH PENANTIAN". Pelaksanaannya dikoordinasi oleh "MY HOPE INDONESIA", sebuah organisasi yang didukung oleh Billy Graham Ministry, dan pemutaran film ini akan menggerakkan seluruh denominasi gereja di Indonesia. Para pemain film ini antara lain Restu Sinaga, Nana Mirdad, Christine dan Mario Lawalatta. Ditayangkan mulai pukul 16.30 - 17.30 TANPA IKLAN.

Sebuah kesaksian:
Para pemain film ini sepertinya sudah di saring oleh Tuhan, yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah confirm. Entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang mendekam dipenjara untuk proses peradilan berikutnya. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main adalah artis tersebut.... Yang menggantikan peran artis tersebut adalah RUDI SALAM.

Film ini luar biasa, sehingga kalau mau nonton, sebaiknya ajak keluarga, teman, saudara dan siapapun untuk nonton bareng. Lebih seru! Jika berkenan, forwardlah email ini kebanyak orang yang kita kenal.

Thanks & GBU.

Posted by David Hotary P at 12/13/2007 11:42:00 PM 1 comments

Hillsong | Live – Saviour King | Here In My Life

Friday, November 23, 2007

Seperti lagu-lagu penyembahan Hillsong lainnya, lagu ini begitu menyentuh dan setiap kata-katanya benar-benar cocok dengan suara hati kita yang rindu untuk mempersembahkan hidup kita hanya untuk Dia… Pertama kali melihat dvd konsernya, membaca teksnya, mata langsung basah dengan air mata. Untuk saudara/i di dalam Tuhan, silahkan nikmati liriknya …


 

Here In My Life


 

I have never walked on water
Felt the waves beneath my feet but
At your Word Lord, I'll receive Your
Faith to walk on oceans deep

And I remember how You found me:
In that very same place
All my failing surely would've drowned me
But You made a way

You are my freedom
Jesus you're the reason
I'm kneeling again at Your throne
Where would I be without You
Here in my life, here in my life?

You have said that all the heavens
Sing for joy at one who finds
The way to freedom, truth of Jesus
Bought from death into His life

And I remember how You saw me:
Through the eyes of Your grace
And though the cost was Your beloved for me
Still you made a way!

Posted by David Hotary P at 11/23/2007 11:05:00 PM 0 comments

C O O L 20 NOVEMBER 2007

Tuesday, November 20, 2007

JADILAH DEWASA

Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita dilahirkan baru kembali. Tentu saja bukan berarti kita menjadi bayi kembali, tetapi Roh kita menjadi baru, suci dan bersih, lahir kembali, bebas dari dosa. Saat itu kerohanian kita pun sama seperti bayi yang baru lahir. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang bayi, ia harus dilayani dan disuapi. Bayi itu akan tumbuh terus sesuai dengan kodratnya sampai ia menjadi dewasa, mandiri dan siap untuk berpisah dengan orang tuanya dan masuk ke dalam satu ikatan keluarga yang baru. Itu artinya orang tersebut sudah memenuhi standar untuk disebut sebagai orang dewasa. Di dalam tahap-tahap pertumbuhan tersebut, dari bayi sampai dewasa, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Ada proses yang menjadikan perjalanan hidup itu menjadi berarti. Semuanya tidak instant.

Untuk menjadi seseorang yang dewasa baik jasmani dan rohani, ada 3 aspek yang harus terpenuhi

  1. Dengan makanan yang baik dan bergizi, maka tubuh kita akan menjadi kuat. Di saat bayi, kita hanya meminum susu saja karena memang itu baik bagi bayi. Seiring dengan waktu, tubuh kita berkembang sehingga lebih mampu mengolah makanan-makanan keras. Pertubuhan pesat akan terjadi di saat kita menyantap apa yang menjadi bagian kita sesuai dengan tingkat kedewasaan kita. Janganlah heran kalau suatu hari kita menghadapi masalah yang pelik, lebih pelik dari biasanya. Karena itu adalah saat kita untuk bertumbuh!

  2. Hidup adalah proses kita untuk belajar. Di saat bayi baru lahir dan tumbuh, ia akan mempelajari sekitarnya, mencoba untuk mulai aktif. Demikian juga kita. Kita akan menjadi dewasa kalau kita mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang kita butuhkan. Roh Kudus yang akan mengaajarkannya kepada kita.

  3. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Pengalaman adalah guru yang terbaik." Pengalaman akan membentuk karakter seseorang. Sebagai contoh, jika seorang anak dibesarkan di dalam lingkungan yang keras, suka disakiti dan dipukuli orang tuanya, maka pada saat ia besar nanti ia akan menjadi seseorang yang keras, suka berkelahi dll. Demikian juga dengan setiap pengalaman kita berjalan di dalam Tuhan, pengalaman itu akan membuat kita mengerti dan mengenal Tuhan kita, sehingga kita memahami apa yang berkenan di hadapan Tuhan. Daud pun mengalami itu, dari pengalamannya merasakan perlindungan Tuhan, ia mengerti bahwa Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang membelanya. Daud tahu bahwa Tuhan yang ia sembah adalah baik dan perkasa.

PENUTUP

Hidup adalah alat Tuhan untuk mendewasakan kita. Saat ini kita harus mengejar pertumbuhan agar kita mencapai tingkat kedewasaan yang Ia inginkan. Bersama Tuhan pasti bisa! Amin


 


 

C O O L – SALENDRO 1

Tuesday, November 13, 2007

SELASA 13 NOVEMBER 2007

PRINSIP DALAM PEKERJAAN DAN USAHA

Seperti halnya anggapan orang mengenai politik, kebanyakan orang juga mengatakan bahwa bisnis itu 'kotor', karena menurut mereka orang yang terlibat usaha pasti tidak jujur supaya untungnya besar, apabila terlalu jujur biasanya tidak menguntungkan. Bahkan ada beberapa orang yang membenarkan perbuatan mencuri dalam pekerjaan mereka karena mereka mengingkan keuntungan lebih dari yang seharusnya.

Mungkin memang pakem itulah yang berlaku di dunia, namun bagi kita anak-anak Tuhan, kita harus menunjukan kepada dunia bahwa kita tidaklah sama dengan mereka. Kita akan melihat dari Firman Tuhan, dasar-dasar apakah yang dapat kita terapkan di dalam pekerjaan dan usaha kita.

Prinsip-prinsip apa saja yang terdapat dalam Alkitab?

  1. Kesempatan untuk dapat berbuat curang sehinggap mendaptkan untung besar sangatlah terbuka di dalam dunia usaha dan pekerjaan. Namun Firman Tuhan dengan tegas menekankan kepada kita bagaimana kita harus jujur dan adil. Janji Tuhan mengatakan kemah kita akan mekar, akan ada pelipat gandaan! Sebaliknya, kalau kita tidak jujur atau fasik, segala milik kita akan musnah. ( Mikha 6:10-11 )

  2. Satu hal yang pasti, Tuhan tidak saja menginginkan kita diberkati, namun juga menginginkan kita berkembang di dalam kapasitas dan kemampuan kita. Itulah mengapa Tuhan mengatakan tangan orang rajin menjadikan kaya, di saat kita rajin, giat dan tekun, Ia memberkati usaha kita dan memberkatinya berlipat kali ganda.

  3. Tuhan menghendaki kita untuk berlaku adil, karena dia adalah Tuhan yang adil. Banyak sekali kesempatan kita untuk berlaku tidak adil dan mendapatkan keuntungan lebih karenanya, namun Tuhan menuntut kita untuk adil, karena ia pun Adil terhadap kita. Sebagai contoh di saat kita memberikan upah kepada orang, atau memberikan harga kepada pelanggan, kita haruslah memberikan harga yang wajar, bukan saja memikirkan soal keuntungan.

  4. Semua berkat bersumber dari Tuhan, kalau bukan Tuhan yang memberkati kita tidak akan memiliki kekayaan ( Amsal 10:22 ). Oleh karena itu kita juga harus menabur bagi pekerjaan Tuhan. Kembalikanlah perpuluhan dengan jujur dan benar, menaburlah di dalam pekerjaan Tuhan, dan kita akan tuai lebih lagi bukan saja lewat pekerjaan dan usaha kita, tetapi juga lewat hal-hal lain yang tidak pernah kita pikirkan.

PENUTUP

Terapkanlah keempat hal di atas, dan lihatlah betapa Tuhan akan memberkati hidup kita! Tidak hanya itu, kita juga berkesempatan untuk menunjukan integritas kita sebagai seorang Kristen yang tidak sama dengan dunia, berani menjadi berbeda, dan berkemenangan, sehingga hidup kita menjadi cerminan kemuliaan Tuhan dan nama Tuhan dipermuliakan dalam pekerjaan dan usaha kita. Amin


 

Berubah !

Sunday, November 11, 2007

Berubah.

Kata sederhana yang pelaksanaannya jauh dari sederhana. Apalagi kalau kita kaitkan dengan kebiasaan-kebiasaan (buruk) kita. Tapi, apakah kita perlu berubah? Gue pernah baca di bukunya James Gwee mengenai hal ini. Kalau ngga salah dia katakan begini ….(kurang lebih ya .. ) kalau kita tidak pernah berubah, maka kita tidak pernah akan maju. Mengapa? Karena di saat orang lain berlomba-lomba untuk maju di dalam segala aspek kehidupan, kita hanya berdiam saja. Nah coba kita lihat hidup kita. Apakah kita sekarang dan kita seminggu lalu sama? Bagaimana dengan diri kita sebulan lalu? Setahun? Kalau tidak ada perubahan di dalam diri kita, sudah dapat dipastikan tidak ada kemajuan signifikan di dalam kehidupan kita. Kasarnya, kita ngga berkembang!

Sejauh apakah perubahan itu? Tentunya bagi kita pengikut Kristus, perubahan itu adalah untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Panjang perjalanannya … J. Kita semua saat ini belum ada yang sempurna, siapapun kita, apapun posisi kita di dalam masyarakat / sekolah / kantor / gereja. Hamba Tuhan yang paling luar biasa pun masih tetap memiliki kelemahan di dalam dirinya. Bahkan Paulus sekalipun memiliki kelemahan. Perubahan yang benar adalah di saat kita berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus. Cara berpikir kita, cara bersikap kita, cara berbicara kita, semua … dan karena memang tidak mudah, proses perubahan ini akan terjadi di sepanjang jalan kehidupan kita.

Satu cara yang efektif untuk memulai perubahan di dalam hidup kita adalah dengan melakukan introspeksi secara intensif atas hidup kita. Kita bisa melakukannya di malam hari sebelum tidur, sambil saat teduh kita mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah kita lakukan sepanjang hari, dan dengan rendah hati juga memohon Roh Kudus untuk menunjukan bagian-bagian di mana kita berbuat salah atau tidak baik.

Kesadaran kita akan kebutuhan kita untuk berubah adalah hal yang sangat penting. Beberapa orang merasa bahwa hidupnya sudah sempurna, dirinya sudah cukup baik, dan ia tidak bisa lagi melihat kesalahan-kesalahan yang mungkin dia buat. Ini berbahaya. Oleh karena itu, di hadapan Tuhan kita harus senantiasa meminta kerendahan hati agar apa yang Tuhan inginkan dari kehidupan kita bisa kita laksanakan.

Ayo berubah, mulai dari hari ini.


 

Posted by David Hotary P at 11/11/2007 08:54:00 PM 0 comments

COOL 30 Oktober

Tuesday, October 30, 2007

KEBEBASAN SEORANG KRISTEN ( 1 )

1 Petrus 1:18-19

Melalui darahNya, kita semua orang percaya telah diselamatkan. Kita telah ditebus dan dibebaskan dari segala macam belenggu yang selama ini mengikat kita. Tuhan menjadikan kita sebagai anak-anakNya dan menjadikan kita sebagai pemenang, bahkan lebih daripada para pemenang (Roma 8:37).

Ada dua belas jenis kebebasan yang telah kita peroleh dari Tuhan. Saat ini kita akan mempelajari 6 Kebebasan yang pertama.

  1. Yeremia 29:11 mengatakan bahwa Tuhan mengetahui betul apa rencanaNya atas kita, dan rencanaNya itu adalah yang terbaik. Jikalau kita mengalami kegagalan dalam satu hal, itu bukanlah sebuah akhir, karena itu hanyalah sebagian kecil dari proses yang Tuhan lakukan di dalam kita. Filipi 4:13 mengatakan dengan jelas bahwa tidak ada hal yang tidak dapat kita lakukan atau tanggung kalau Tuhan menyertai kita. Di saat situasi bertambah buruk, Ia berikan kepada kita kekuatan lebih supaya kita bisa melewatinya dengan baik!

  2. Firman Tuhan di dalam Filipi 4:19 mengatakan bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita! Kebutuhan disini berbicara mengenai semua jenis kebutuhan kita, mulai dari materi sampai kepada kebutuhan akan Firman Tuhan. Ia adalah Tuhan yang memelihara kita anak-anakNya. Seringkali kita salah mengartikan Janji Tuhan ini dengan menganggap bahwa Ia akan memenuhi segala keinginan kita. Tuhan tidak pernah lalai memelihara umatNya, Ia adalah gembala yang baik.

  3. Di saat ini roh ketakutan menyerang banyak anak Tuhan. Kita harus sadari betul bahwa Tuhan tidaklah pernah memberikan kepada kita ketakutan dan kekhawatiran (2 Timotius 1:7), jadi di saat kita merasa takut kita harus sadari betul bahwa takut itu datang dari Iblis dan Tuhan telah memberikan kepada kita kuasa atas setan dan iblis! Usir saja takutnya!

  4. Roma 12:3 mengatakan bahwa Ia mengaruniakan kepada kita ukuran iman masing-masing. Kita jangan gampang diintimidasi oleh iblis mengenai iman kita. Jikalau kita memang percaya dan mengimani betul, lakukanlah, tetapi jikalau iman kita belum sampai kepada tingkat kepercayaan itu, lakukanlah apa yang baik dan bersyukurlah! Jangan ragu dan bimbang karena keraguan, kebimbangan dan sangsi juga bukan datang dari Tuhan (Yakobus 1:6-8

  5. Tuhan adalah kekuatan hidup kita. (Mazmur 28:7) Seringkali Iblis menipu kita dengan pikiran kita, mencoba membuat kita lemah dan lunglai. Namun Firman in dengan jelas mengatakan bahwa Tuhalah kekuatan kita, kita tidak akan pernah lemah!

  6. Roh Tuhan yang ada di dalam kita jauh lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia ini. (1 Yohanes 4:4) Oleh karena itu tidak ada satupun juga kuasa setan yang bisa bekerja atas kita selama kita hidup di dalam keintiman dengan Tuhan dan tidak memiliki celah bagi Iblis untuk masuk dan bekerja di dalam kehidupan kita.

PENUTUP

Kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa dan berbagai kelemahan. Sekarang kebebasan yang kita miliki kita gunakan untuk menjalani kehidupan yang penuh kemenangan untuk memuliakan nama Yesus di dalam kehidupan kita. Amin.


 

C O O L – SALENDRO 1

Wednesday, October 24, 2007

RABU 23 OKTOBER 2007

MENGASIHI SESAMA MANUSIA

Lukas 10:25-37

Tentunya kita telah mengenal kisah ini, bahkan mungkin mendengarnya berulang kali. Dalam kisah ini,kita melihat ada dua golongan / jenis pribadi. Yang pertama adalah orang Lewi dan Imam sebagai gambaran dari orang Kristen yang mengenal dan mengetahui Firman Tuhan tapi ia tidak melakukan apa-apa terhadap orang yang teraniaya itu. Yang kedua adalah orang Samaria yang mungkin saja bukanlah orang Kristen, tetapi sangat terbeban untuk menolong dan langsung mengambil tindakan orang yang terluka itu. Di dalam pikiran orang Samaria ini yang ia pikirkan saat itu hanyalah bagaimana caranya menolong orang yang terluka itu.

Jenis orang yang kedua telah melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan mengenai mengasihi sesama, dan saat ini kita akan pelajari lebih dalam lagi agar kita bisa melakukannya di dalam kehidupan.

Ada lima hal yang perlu kita teladani dari orang Samaria yang murah hati tersebut ( ayat 33 – 35 ):

  1. Orang Samaria ini memiliki kepedulian kepada orang lain. Ada rasa iba dan kasih yang besar yang membuat dia mengambil tindakan untuk menolong orang yang teraniaya itu. Belas kasihan telahTuhan berika bagi kita orang yang percaya. Dan belas kasihakn itulah nantinya yang akan menggerakan kita untuk bertindak. Persoalannya aalah apakah kita mau member pertolongan kepada sesama yang membutuhkannya?

  2. Orang Samaria ini tidak hanya melihat dan berbelas kasih, ia mengambil tindakan untuk menolong. Dan ia langsung terjun untuk melakukan pertolongan itu. Ia mencurahkan perhatiannya untuk merawat dan membalut luka orang yang teraniaya itu. Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita telah cukup mencurahkan perhatian kita kepada orang / sesama kita? Bukankah seringkali kita banyak pertimbangan daripada turun tangan?

  3. Orang Samaria ini tidak setengah-setengah. Ia memberikan fasilitas yang terbaik bagi orang yang ia tolong. Bukankah ini mencerminkan bagaimana ia mengasihi sesama seperti dirinya sendiri? Orang Samaria ini memberikan keledainya untuk mengangkut dan menuntun hingga ke penginapan. Janganlah kita berikan sisa-sisa waktu kita untuk menolong orang lain, kita harus belajar memberikan yang terbaik seolah-olah untuk Tuhan sendiri.

  4. Ia menyediakan waktunya untuk merawat orang yang terluka ini. Sepanjang malam ia merawat orang ini sampai keesokan harinya. Seringkali kita mendahulukan kepentingan kita sendiri dan menggunakan waktu yang tersisa untuk menolong atau mewujudkan kasih kita kepada sesama. Orang Samaria ini teap mengerjakan apa yang menjadi kepentingannya, tetapi ia lakukan itu sesudah ia merawat orang yang terluka itu. Kita pun harus belajar untuk melakukan yang sama, apalagi di saat kita sedang membantun mereka yang sedang terbeban atau susah.

  5. Ia menanggung semua biaya yang dibutuhkan untuk menolong orang yang teraniaya itu. Padahal Orang Samaria ini tidak mengenal sama sekali siapa orang yang ditolongnya, tetapi ia lakukan apa yang benar di mata Tuhan, ia menolong sesama tersebut dan menanggung semua biaya yang dibutuhkan tanpa berpikir panjang dan tanpa motivasi lain selain untuk menolong.

PENUTUP

Mengasihi itu identik dengan memberi. Lukas 6:38 bisa juga berarti bahwa aabila kita tidak memberi kita juga tidak akan diberi. Ini adalah prinsip Kerajaan Tuhan. Dengan melakukan apa saja yang bisa kita lakukan dan berikan, artinya kita memiliki bukti bahwa kita mengasihi sesama kita manusia seperti diri kita sendiri. Amin

C O O L – SALENDRO 1

Tuesday, October 02, 2007

RABU 2 OKTOBER 2007

KASIH KARUNIA

Yohanes 1:16, Yakobus 1:17, 2 Petrus 1:3

Kita sering mendengar kata 'kasih karunia'. Bahkan Firman Tuhan banyak menggunakan kata ini. Apakah arti sebenarnya dari kata ini? Secara bebas, 'kasih karunia' dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Demikian pula di dalam Keluaran 33:9-15.Sekalipun bangsa Israel tegar tengkuk, namun Tuhan menyatakan bahwa Nuh berkenan di hadapanNya.Musa dan Nuh adalah hamba2Nya yang sebetulnya tidak layak, karena mereka manusia yang sudah cemar oleh dosa, namun Tuhan menunjukan kemurahan dan kebaikanNya, Ia angkat mereka dan pakai mereka sebagai alatNya.

Bagaimanakah kita mendapatkan 'Kasih Karunia' tersebut? Walaupun kasih karunia itu bersifat pemberian, namun kalau kita lihat di dalam kisah Nuh dan Musa, ada bagian yang mereka lakukan yang membuat mereka mendapatkan Kasih Karunia tersebut. Inilah cara-cara untuk memperoleh 'Kasih Karunia'.

PENUTUP

Kasih karunia diberikan kepada mereka yang berkenan di mata Tuhan (Pengkotbah 2:26) Kalau kita mendapatkan kasih karunia di mata Tuhan, maka artinya kita dipercaya oleh Tuhan. Dan orang yang dapat dipercayai akan mendapatkan banyak berkat Tuhan (Amsal 28:20) Di saat kita diberkati, kita akan memberkati orang lain sehingga kepercayaan yang kita dapatkan dari Tuhan menjadikan berkat-berkat Tuhan mengalir. Dan semua itu tentunya dimulai dari hal-hal yang kecil, sebab jika Tuhan berkenan dan memberikan kepercayaan kepada kita lewat perkara-perkara kecil, Ia akan memberikan perkara yang lebih besar lagi kepada kita.


 

HP, MP3 Player dan Game Console Gratis

Monday, October 01, 2007

Hehehe .. tidak seperti biasanya, kali ini gue mau berbagi kesempatan untuk dapat HP or MP3 or Game Console gratis. Today Wisdom kali ini adalah untuk mendapatkan manfaat dari kesempatan baik yang ada di depan mata hehehe ..

Cobain aja, ngga ada ruginya kok.

Pertama-tama masuk dulu ke http://www.xpango.com atau via link ini Kedua, sign up or klik register now Ketiga Isi form registrasinya dan isi refferal number dengan 90832054, itu id gue. Setelah selesai, akan ada email konfirmasi ulang ke alamat email , klik aja link di email tersebut.

Beres deh!


Kita akan mendapatkan barang yang kita mau kalau kita berhasil mendapatkan poin sesuai dengan barang yang kita minta. Poin tersebut kita dapat kalau kita berhasil mengajak orang lain untuk ikut program ini.
Sebagai contoh, Gue ingin dapet Ipod Nano 8 GB, poinnya adalah 13. Nah kalo gue bisa ajak 13 temen buat register, dikirim deh Ipod itu ke alamat gue ..:)

Gue iklutan gara2 diajakin temen juga, pas gue baca, gila gratis bo! Kita ngga perlu bayar apa-apa.

Jadi coba deh, klik ke sini ini, register dan dapetin barang yang lu mau!

Atau via http://www.xpango.com dan isi referral number nya dengan 90832054 !

Selamat mencoba!

Posted by David Hotary P at 10/01/2007 09:58:00 PM 0 comments

C O O L – SALENDRO 1

Tuesday, September 25, 2007

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT

RABU 25 SEPTEMBER 2007

Bacaan : Yakobus 5:9, Bilangan 20:7-12, 1 Korintus 10:10

Bersungut-sungut atau menggerutu adalah hal yang sering dilakukan manusia. Begitu seringnya manusia bersungut-sungut menyebabkan hal ini menjadi suatu kebiasaan yang lumrah dan manusiawi. Apalagi jika kita lihat di dalam keadaan saat ini di mana begitu banyak masalah dan tantangan di dalam kehidupan, manusia menjadi semakin mudah dan sering bersungut-sungut.

Tetapi, bagi kita orang Kristen, bersungut-sungut adalah sesuatu yang dilarang. Mengapa? Karena orang yang bersungut-sungut akan dihukum, bahkan banyak orang Israel yang dibunuh karena bersungut-sungut. Bahkan Musa sendiri tidak dapat masuk ke tanah Kanaan karena ia melakukan perintah Tuhan dengan bersungut-sungut.

Bersungut-sungut atau menggerutu adalah perasaan yang tidak puas. Secara luas, bersungut-sungut juga merupakan gambaran hati yang tidak percaya kepada rencana Tuhan. Saat ini kita akan melihat dari Firman Tuhan beberapa hal yang sering membuat kita bersungut-sungut agar kita bisa belajar dan menjaga hati dan mulut kita agar tidak bersungut-sungut.

  1. Seringkali kita seperti Marta, kita memfokuskan diri kita kepada apa yang Tuhan lakukan di dalam kehidupan orang lain dan menjadi iri sehingga tanpa terasa kita mengacuhkan anugerah yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita sendiri. Marta membebani dirinya dengan segala sesuatu yang tidak penting dibandingkan duduk diam mendengarkan Firman Tuhan. Dan ketika ia begitu sibuk, ia mulai focus kepada apa yang dilakukan oleh Maria dan lupa kepada apa yang menjadi bagiannya. Marta merasakan ketidakpuasan atas bagian yang harus dilakukannya dibandingkan dengan apa yang Maria lakukan.

  2. Elia melakukan perkara luar biasa. Tuhan menyatakan mujizatnya dan seluruh nabi Baal dimuskahkan. Mungkin di saat itu Elia merasakan bahwa pelayanannya sudah selesai, sehingga di saat ia mendengar berita dari Izebel, ia menjadi terkejut dan berubah menjadi takut. Ia melupakan kuasa Tuhan yang luar biasa dan melarikan diri.

    Mungkin kita pernah merasa seperti ini. Kita merasa sudah melakukan apa yang menjadi bagian kita, kita merasa sudah cukup rohani, sehingga di saat Tuhan ijinkan kehidupan kita digoncangkan, kita merasa Tuhan tidak adil dan kita mulai mengeluh.

  3. Anak sulung merasakan dirinya sebagai yang paling layak untuk mendapatkan kekayaan dan kemuliaan dari Bapaknya, sehingga di saat anak yang hilang ( yang telah mengambil bagian kekayaan yang menjadi bagiannya ) datang dan oleh Bapaknya anak tersebut disambut, dipulihkan, diangkat dan diberikan kemuliaan, anak sulung tersebut menggerutu.

    Mungkin juga kita pernah seperti itu. Kita menilai dan menghakimi kehidupan sesama anak Tuhan di saat mereka jatuh, kita merasakan diri kita lebih baik dari mereka, dan suatu hari di saat kita melihat Tuhan memberkati orang tersebut bahkan lebih dari pada kita, kita mulai mengeluh dan bersungut-sungut. Kita merasakan diri kita lebih layak dan pantas, apalagi kalau kita merasa pelayanan kita sudah luar biasa.

Semua hal yang menyebabkan anak-anak Tuhan bersungut-sungut pada intinya adalah karena kita memilih untuk tidak datang kepada Tuhan dan meminta pengurapanNya yang membuat kita mengerti akan rencana dan kehendakNya. Elia di saat ia mendengar berita dari Izebel, ia tidak mengkorfimasikannya kepada Tuhan. Anak sulung ternyata tidak cukup mengenal hati Bapaknya, karena ia tidak mengetahui bahwa bagi bapaknya apa yang dimiliki olehnya juga dimiliki oleh sang anak sulung. Marta tidak menanggap apa yang dikerjakannya sebagai pelayanan bagi Tuhan, sehingga ia mengeluh dan membandingkan dirinya dan Maria.

Semua hal ini disebabkan oleh pilihan yang mereka putuskan di dalam pikiran mereka.

PENUTUP

Janganlah kita bersungut-sungut supaya kita tidak dihukum, karena dengan kita sersungut-sungut kita akan kehilangan damai sejahtera dan sukacita akan hadiratNya. Arahkanlah selalu focus kita kepada Tuhan, dan jalinlah selalu komunikasi intim denganNya, agar kita senantiasa mengerti rencana dan kehendakNya. Amin


 

MENJADI SERUPA DENGAN ALLAH

Sunday, September 16, 2007

Roma 8 : 29

Kita semua anak-anak Tuhan telah ditentukan sejak awal untuk menjadi serupa denganNya. Ia menciptakan kita dengan tujuan dan maksud yang luar biasa. Tujuan kita bukanlah hanya sekedar mejalankan tugas keagamaan semata karena semua itu hanyalah atribut lahiriah, seperti memakai baju luar saja. Bahkan pengalaman mujizat atau mengalami kuasa Tuhan pun bukanlah inti kekristenan yang sejati.

Tujuan utama Kekristenan adalah untuk menjadi serupa dengan Tuhan. Matius 5:48 mengatakan.." karena itu haruslah kamu sempurna .. " Kata haruslah merupakan suatu panggilan yang mutlak yang harus mengisi perjalanan hidup kita. Hal ini merupakan keharusan yang tidak boleh kita hindari.

Secara Roh, Tuhan membuat kita serupa dengan RohNya, kemuliaan Tuhan semakin dinyatakan di dalam kehidupan kita. (2 Korintus 3:18) Secara jasmani perubahan itu belumlah sempurna, namun di saat Tuhan datang, ia akan membuat tubuh kita serupa dengan Dia (Filipi 3:21)

Bagaimanakah kita bisa menjadi serupa dengan Tuhan?

  1. Dilahirkan dari Tuhan meliputi 2 aspek. Pertama kita diberikan wewenang untuk memiliki apa yang disediakan Tuhan bagi pewaris-pewarisNya, yaitu kerajaanNya. Kedua kita diberikan kemampuan untuk menjadi serupa dengan Bapa setelah Tuhan mensahkan kita menjadi anakNya.

  2. Firman Kebenaran itu akan membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan. Melalui FirmanNya kita mengenal Dia dan kehendakNya. Dan diubahkan menjadi serupa dengan Tuhan.

  3. Dimeteraikan sama artinya distempel atau disahkan. Kita di saat menerima Tuhan sebagai Juruselamat, telah disahkan untuk menjadi anakNya dan untuk memperoleh tujuan utama kita di dalam Kekristenan, yaitu menjadi serupa denganNya. Untuk itu Ia memberikan RohNya sebagai jaminan bagi kita. Di dalam Kuasa Roh itulah kita dipimpin untuk menjadi serupa dengan Tuhan.

PENUTUP

Marilah kita kembali kepada maksud Tuhan yang agung ini dan memfokuskan diri kepada rencanaNya. Jangan hanya terpaku pada usaha untuk mengejarberkat-berkat Tuhan semata, tetapi mengabaikan tujuan yang sesungguhnya dari karya Tuhan atas hidup kita. Yaitu untuk menjadi serupa denganNya. Marilah kita terus mengejar inti Kekristenan ini dan menjadikannya tujuan yang utama di dalam kehidupan kita.

"Aware But Not Focused"

By, Lorraine Ezell

"Keep looking straight ahead, without turning aside. " Proverbs 4:25 (CEV)

 
 

Do you want to walk in victory, peace and joy?  It is possible.  How does it happen?  Let me ask you some more questions.  Where are you focused this morning?  Are you focused on your problems or on the Lord?  The Bible says that we aren't ignorant of satan's devices.  We know that he goes about like a roaring lion seeking whom he may devour, and he is out to devour us.  So we are aware that he is trying to steal, kill and destroy, and he is trying to do it through many different avenues.  The thing to remember and the key to walking in victory, peace and joy is... be aware of what he is doing, but don't be focused on it.

David was aware that Goliath was bigger, stronger and a better warrior than he was, but David wasn't focused on Goliath... he was focused on God.  "This day will the Lord deliver thee into mine hand; and I will smite thee." (1 Samuel 17:46a)  Shadrach, Meshach, and Abednego were aware of the fiery flames that were burning around them, but they weren't focused on the furnace, they were focused on God.  (Daniel 3)  Daniel was aware of the hungry lions that were surrounding him in the pit, but he was focused on God instead of on the lions.  Because they stayed focused on God in the midst of their trials, these men were victorious, at peace and full of joy. 

One sure way to lose your victory, peace and joy is by focusing on the problem, situation, mountain, trial, etc.  The children of Israel lost the victory and wound up wandering around in the wilderness for forty years because they focused on the problem instead of on the Lord.  When the spies went into the land, they focused on the size of the inhabitants and their inabilities instead of focusing on God, therefore they were defeated. (Numbers 13)  They lost it all- victory, peace, joy, the blessings, their inheritance- they died having never received what the Lord had provided for them, all because they got their focus off of God and on the situation.

 
 

You need to be "aware" of the enemy, but you have to remain "focused" on the Lord.  You have to set your face like a flint toward Him; you have to look to the hills where your help comes from; you have to keep focused on Him like a target that you are aiming to hit; you cannot turn from looking at Him.  You can't focus on two objects or in two different directions at the same time- it's impossible.  You can't be focused on God and on the problem.  The problem will try to turn your attention from focusing on the Lord and focusing on it, but don't let it. 

Keep looking at Him and don't turn aside. 

 
 

Have a great day...

To be victorious-- stay focused on God. 

To be defeated--- focus on the problem.  

Posted by David Hotary P at 9/16/2007 12:41:00 AM 0 comments

Buah – buah Roh

Galatia 5:22-23a Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Ayat ini sudah berulang-ulang kali gue denger, dan sudah berulang-ulang kali juga gue berkomitmen untuk hidup dipimpin oleh Roh dan menghasilkan buah-buah Roh ini. Tetapi hidup seringkali membuat kita hanyut di dalam kedagingan dan segala sesuatu sikap dan perbuatan yang berlawanan dengan buah-buah Roh.

Hari ini di dalam ibadah COOL gue mendengar kembali Firman ini diberitakan. Dan kembali gue tertegur. Baru saja terjadi, gue kehilangan penguasaan diri. Gue kehilangan kesabaran dan kelemahlembutan. Dengan gampangnya emosi menguasai gue.

Sekarang gue berkomitmen lagi. Kali ini gue mau benar-benar mengambil waktu setiap malam untuk me review satu hari yang gue seudah lewati untuk belajar melihat kekurangan dan memperbaikinya di hari berikutnya. Gue juga berkomitmen untuk diam dahulu sebelum bereaksi atas APAPUN.Gue mengambil waktu untuk diam, datang pada Tuhan, confirm, baru bereaksi.

Gue tahu, ngga akan semudah membalik telapak tangan, but yang penting Tuhan tahu gue rindu, Dia yang akan mampukan. Amin

Happy Week End, God Bless Us All

Posted by David Hotary P at 9/16/2007 12:17:00 AM 1 comments