C O O L 20 NOVEMBER 2007

Tuesday, November 20, 2007

JADILAH DEWASA

Pada saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita dilahirkan baru kembali. Tentu saja bukan berarti kita menjadi bayi kembali, tetapi Roh kita menjadi baru, suci dan bersih, lahir kembali, bebas dari dosa. Saat itu kerohanian kita pun sama seperti bayi yang baru lahir. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang bayi, ia harus dilayani dan disuapi. Bayi itu akan tumbuh terus sesuai dengan kodratnya sampai ia menjadi dewasa, mandiri dan siap untuk berpisah dengan orang tuanya dan masuk ke dalam satu ikatan keluarga yang baru. Itu artinya orang tersebut sudah memenuhi standar untuk disebut sebagai orang dewasa. Di dalam tahap-tahap pertumbuhan tersebut, dari bayi sampai dewasa, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Ada proses yang menjadikan perjalanan hidup itu menjadi berarti. Semuanya tidak instant.

Untuk menjadi seseorang yang dewasa baik jasmani dan rohani, ada 3 aspek yang harus terpenuhi

  1. Dengan makanan yang baik dan bergizi, maka tubuh kita akan menjadi kuat. Di saat bayi, kita hanya meminum susu saja karena memang itu baik bagi bayi. Seiring dengan waktu, tubuh kita berkembang sehingga lebih mampu mengolah makanan-makanan keras. Pertubuhan pesat akan terjadi di saat kita menyantap apa yang menjadi bagian kita sesuai dengan tingkat kedewasaan kita. Janganlah heran kalau suatu hari kita menghadapi masalah yang pelik, lebih pelik dari biasanya. Karena itu adalah saat kita untuk bertumbuh!

  2. Hidup adalah proses kita untuk belajar. Di saat bayi baru lahir dan tumbuh, ia akan mempelajari sekitarnya, mencoba untuk mulai aktif. Demikian juga kita. Kita akan menjadi dewasa kalau kita mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang kita butuhkan. Roh Kudus yang akan mengaajarkannya kepada kita.

  3. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Pengalaman adalah guru yang terbaik." Pengalaman akan membentuk karakter seseorang. Sebagai contoh, jika seorang anak dibesarkan di dalam lingkungan yang keras, suka disakiti dan dipukuli orang tuanya, maka pada saat ia besar nanti ia akan menjadi seseorang yang keras, suka berkelahi dll. Demikian juga dengan setiap pengalaman kita berjalan di dalam Tuhan, pengalaman itu akan membuat kita mengerti dan mengenal Tuhan kita, sehingga kita memahami apa yang berkenan di hadapan Tuhan. Daud pun mengalami itu, dari pengalamannya merasakan perlindungan Tuhan, ia mengerti bahwa Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang membelanya. Daud tahu bahwa Tuhan yang ia sembah adalah baik dan perkasa.

PENUTUP

Hidup adalah alat Tuhan untuk mendewasakan kita. Saat ini kita harus mengejar pertumbuhan agar kita mencapai tingkat kedewasaan yang Ia inginkan. Bersama Tuhan pasti bisa! Amin


 


 

0 comments:

Post a Comment