Kuasa Mengucap Syukur

Tuesday, October 03, 2006

Mengucap syukur adalah suatu ungkapan rasa terima kasih yang ditujukan kepada Tuhan. Rasa terima kasih sering kita ungkapkan di dalam keadaan yang baik, misalkan kita barus saja menerima berkat, hadiah, atau mungkin kita baru sembuh dari suatu penyakit, atau bisa juga di saat kita mendapatkan jalan keluar dari suatu permasalahan. Sebagai orang percaya, tidak sukar untuk mengucap syukur, berterima kasih kepada Tuhan di dalam kondisi tesebut.

Namun bagaimanakah jika kita tidak di dalam kondisi yang menyenangkan? Dapatkah kita mengucap syukur? Kita dapat memplajari dari Firman beberapa kondisi dan situasi yang dapat membuat orang percaya tidak dapat mengucap syukur.
1. Pada saat ketakutan. ( Matius 14:26-27)
Di dalam Tuhan tidak ada ketakutan, karena Roh Tuhan tidak memberikan kepada kita roh ketakutan ( 2 Timotius 1:7). Jika kita takut apapun dasarnya, pastilah roh jahatlah yang menyebabkannya. Oleh karena itu di saat kita ketakutan, jika kita tidak dengan sadar melawannya kita tidak akan bisa mengucap syukur.
2. Pada saat kuatir ( Lukas 10:40-41)
Di saat manusia memiliki kekuatiran, fokus pikirannya akan berpusat kepada masalahnya. Manusia yang telah terlatih mengandalkan pikirannya akan sangat sulit untuk melepaskan pikirannya dan percaya kepada kuasa Tuhan. Di saat seperti itulah bahkan orang percaya pun akan sulit untuk mengucap syukut karena fokus pikirannya tertuju kepada masalah, tidak kepada Tuhan.
3. Pada saat bimbang ( Matius 14:31)
Orang bimbang biasanya terjadi karena pikirannya bekerja dan ia menjadi bingung untuk memilih. Di dalam Tuhan ada damai sejahtera ( Filipi 4:9 ). Di saat seseorang bimbang dan pikirannya terfokuskan kepada masalah maka seperti Petrus orang itu akan tenggelam. Oleh karena itu kita harus senantiasa lekat kepada Tuhan dan mempersilahkan Damai sejahtera menguasai pikiran kita ( Kolose 3:15 ) agar kita tidak dikuasai kembimbangan.
4. Pada saat tertekan ( Mazmur 55:1-8)
Orang tertekan bukanlah karena pikiran saja, namun karena provokasi dan dakwaan Iblis. Demikian pula yang dialami oleh Daud, dan di saat-saat seperti itu orang akan sangat susah untuk mengucap syukur. Namun kalau kita mau mendengarkan kepada suara Roh Kudus dan mau memilih untuk taat kepada perintahNya, kita akan dapat mengucap syukur.

Lalu, jika kita mengucap syukur apakah kuasa di balik itu? Apakah manfaatnya dari mengucap syukur?
1. Mendatangkan berkat ( Markus 8:6)
Di saat Tuhan Yesus mengucap syukur untuk makanan yang ada walaupun terbatas, Tuhan sanggup untuk melipatgandakannya menjadi cukup untuk lebih dari 5000 orang bahkan sampai bersisa.
2. Menyelamatkan ( Yunus 2:9-10)
Yunus di dalam keadaannya memilih untuk mengucap syukur kepada Tuhan, mensyukuri apa yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidupnya karena ia percaya bahwa Tuhan sanggup lakukan perbedaaan dan perubahan.
3. Menguduskan ( 1 Timotius 4:4)
Di saat kita mengucap syukur, kita berterima kasih kepada Tuhan untuk apapun yang Ia ijinkan terjadi di dalam hidup kita, sehingga kalaupun yang terjadi itu adalah hal yang buruk maka Tuhan akan ubahkan hal itu menjadi sesuatu yang baik.
4. Meluluhkan hati Tuhan ( Yohanes 11:41 )
Mengucap syukur kepada Tuhan atas keadaan kita adalah tanda dari iman dan kepercayaan kita yang penuh kepada Bapa, bahwa Ia adalah pemegang kendali di dalam hidup kita. Dan di saat kita akui itu dengan perkataan pastilah Tuhan akan lakukan segala hal yang baik di dalam rencanaNya. Karena Tuhan tidak pernah mempermalukan orang yang menaruh percaya kepadaNya.( Roma 9:33 )

Penutup

Serahkanlah seluruh hidup kita kepada Tuhan Yesus, karena semua hal yang terjadi di dalam kehidupan kita adalah atas seijinNya. Yang Tuhan mau di dalam setiap keadaan kita adalah kita mengucap syukur, karena itulah yang dikehendakiNya di dalam Yesus Kristus. Amin.

Posted by David Hotary P at 10/03/2006 10:38:00 PM

0 comments:

Post a Comment